Kerap bingung dengan sikap atasan yang berubah-ubah? Seketika mengatakan A setelah sebelumnya memutuskan B. Kadang tak jelas maunya, tiba-tiba marah-marah tanpa sebab yang jelas. Berikut beberapa cara menghadapi atasan yang moody.
1. Mendengar
Atasan yang moody pada dasarnya adalah tipe atasan yang membutuhkan telinga Anda. Ia ingin didengarkan dan senang diperhatikan. Selain itu, atasan semacam ini membutuhkan orang lain yang memahami dirinya. Jadi, tunjukkan Anda paham akan keinginannya dengan lebih banyak mendengar.
Atasan yang moody pada dasarnya adalah tipe atasan yang membutuhkan telinga Anda. Ia ingin didengarkan dan senang diperhatikan. Selain itu, atasan semacam ini membutuhkan orang lain yang memahami dirinya. Jadi, tunjukkan Anda paham akan keinginannya dengan lebih banyak mendengar.
2. Beri Penghargaan
Memberi atasan penghargaan bukan tindakan menjilat. Upayakan untuk selalu berkesan mampu menempatkan atasan pada posisi sebagai orang yang didengar sehingga dalam hubungan pekerjaan juga akan tercipta situasi yang enak dan tanpa beban.
Memberi atasan penghargaan bukan tindakan menjilat. Upayakan untuk selalu berkesan mampu menempatkan atasan pada posisi sebagai orang yang didengar sehingga dalam hubungan pekerjaan juga akan tercipta situasi yang enak dan tanpa beban.
3. Saat yang Tepat
Ingat, berkomunikasi itu penting namun harus dengan membaca situasi dan mencari saat yang tepat. Atasan yang moody adalah atasan yang sangat memerlukan pengertian orang lain terutama bawahan. Anda mungkin memiliki sesuatu yang perlu disampaikan, namun carilah waktu yang tepat untuk memberitahukannya. Saat lepas deadline atau ketika suasana hatinya sedang baik adalah saat yang tepat menyampaikan maksud Anda.
Ingat, berkomunikasi itu penting namun harus dengan membaca situasi dan mencari saat yang tepat. Atasan yang moody adalah atasan yang sangat memerlukan pengertian orang lain terutama bawahan. Anda mungkin memiliki sesuatu yang perlu disampaikan, namun carilah waktu yang tepat untuk memberitahukannya. Saat lepas deadline atau ketika suasana hatinya sedang baik adalah saat yang tepat menyampaikan maksud Anda.
4. Jangan Mendebat
Sayangnya, kebanyakan atasan yang moody tak terlalu suka diajak adu argumentasi. Apalagi ketika suasana hatinya sedang kurang baik. Saat atasan memberikan perintah atau pandangan, jangan mendebat dan dengarkan maunya terlebih dahulu. Benar maupun salah, tahan mulut Anda dari melontarkan sanggahan. Ketika atasan melontarkan emosi berlebih, pertimbangkan untuk meninggalkan arena. Mendebat atau melawan atasan yang moody hanya akan menyakiti harga dirinya sehingga akan semakin tersulut amarahnya. Sesungguhnya, atasan seperti ini hanya kalah dengan orang yang tidak melawan.
Sayangnya, kebanyakan atasan yang moody tak terlalu suka diajak adu argumentasi. Apalagi ketika suasana hatinya sedang kurang baik. Saat atasan memberikan perintah atau pandangan, jangan mendebat dan dengarkan maunya terlebih dahulu. Benar maupun salah, tahan mulut Anda dari melontarkan sanggahan. Ketika atasan melontarkan emosi berlebih, pertimbangkan untuk meninggalkan arena. Mendebat atau melawan atasan yang moody hanya akan menyakiti harga dirinya sehingga akan semakin tersulut amarahnya. Sesungguhnya, atasan seperti ini hanya kalah dengan orang yang tidak melawan.
5. Bicara Menyenangkan
Cara lain memecahkan masalah atasan yang moody adalah dengan menjalin hubungan yang baik. Saat sedang makan siang atau di waktu-waktu senggang buatlah percakapan yang menyenangkan diluar pekerjaan. Carilah topik pembicaraan ringan sesuai selera atasan. Membicarakan sesuatu yang menyenangkan membuat hubungan Anda dan atasan akan lebih baik ke depannya.
Cara lain memecahkan masalah atasan yang moody adalah dengan menjalin hubungan yang baik. Saat sedang makan siang atau di waktu-waktu senggang buatlah percakapan yang menyenangkan diluar pekerjaan. Carilah topik pembicaraan ringan sesuai selera atasan. Membicarakan sesuatu yang menyenangkan membuat hubungan Anda dan atasan akan lebih baik ke depannya.
6. Pilih Kata-kata
Salah satu hal penting yang patut diperhatikan menghadapi atasan yangmoody , Anda harus pandai memilih kata-kata. Hindari kata-kata yang tidak disukainya. Misal, atasan lebih suka dipanggil dengan nama depan ketimbang dengan “Bu” atau “Pak”. Tanamkan hal tersebut dalam kebiasaan sehari-hari sehingga mengurangi potensi konflik dengan atasan yang moody.
Salah satu hal penting yang patut diperhatikan menghadapi atasan yangmoody , Anda harus pandai memilih kata-kata. Hindari kata-kata yang tidak disukainya. Misal, atasan lebih suka dipanggil dengan nama depan ketimbang dengan “Bu” atau “Pak”. Tanamkan hal tersebut dalam kebiasaan sehari-hari sehingga mengurangi potensi konflik dengan atasan yang moody.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar