Cari Blog Ini

Kamis, 19 Juli 2012

5 Problem Wanita Karier


Foto: Dok. Nova
Berikut ini sejumlah situasi yang kerap terjadi di tempat kerja, sekaligus tips mengatasinya. 


1. Jam Kerja Ketat
Anda memerlukan jam kerja fleksibel agar dapat merawat anak-anak bila mereka sakit, tetapi atasan sangat kaku dan menuntut Anda harus tetap berada di kantor pada saat jam kerja. Anda perlu mengantisipasi apa yang akan dilakukan bila anak sakit karena hal ini pasti bakal terjadi. Tentukan batasan-batasan, kapan akan tinggal di rumah dan kapan merasa cukup nyaman untuk ke kantor, meninggalkan anak dengan pengasuhnya. Misalnya bila anak demam atau panas tinggi, Anda tidak akan ke kantor, sementara jika si kecil hanya sakit perut biasa, Anda tetap ke kantor sambil terus memantau perkembangannya. Perjelas dari awal dengan atasan mengenai kebutuhan Anda bila sewaktu-waktu harus izin karena tidak ada yang menjaga anak. Anda sendiri pun harus bersikap tegas terhadap diri sendiri agar tidak memiliki konflik mengenai keputusan yang diambil bila harus meninggalkan anak dengan pengasuhnya.

2. Merasa Bersalah
Anda menyukai pekerjaan yang kini ditekuni dan dengan bekerja memperoleh kepuasan serta ingin mengabdikan diri pada pekerjaan tapi merasa bersalah karena tidak dapat memberikan perhatian penuh pada anak-anak. 
Bila merasa bersalah karena mencintai pekerjaan lebih daripada berada di rumah, sebetulnya Anda tidak sendirian. Banyak sekali wanita yang berusaha melawan perasaannya, memilih antara pekerjaan dan rumah tangga. Penelitian menunjukkan, orangtua yang bekerja tidaklah membahayakan anak-anaknya. Pada kenyataannya, anak-anak yang memiliki orangtua yang bekerja, tumbuh dengan baik dan memperlihatkan pencapaian kognitif luar biasa. Cobalah untuk mencari jalan keluar dengan atasan mengenai jam kerja Anda. Siapa tahu Anda dapat bekerja tiga atau empat hari dalam seminggu sampai mendapatkan keseimbangan dalam pekerjaan dan rumah tangga sehingga Anda sungguh-sungguh merasa nyaman melakukannya.



3. Tak Mendapatkan Promosi 
Sebelum membicarakan masalah ini dengan atasan, sisihkan sedikit waktu untuk merenungkan kasus Anda. Jujurlah terhadap diri sendiri, apakah Anda memang bersungguh-sungguh dengan pekerjaan? Apakah menurut Anda memang cukup adil bila Anda tidak dipromosikan? Masalahnya, kadang-kadang tidak dipromosikan merupakan hal yang masuk akal. 
Bila merasa telah diperlakukan tidak adil, buktikan dan cari waktu yang tepat untuk membicarakannya dengan tenang pada atasan mengenai keputusan yang diambilnya dan apa yang dapat Anda lakukan untuk memperbaiki diri, termasuk melakukan perubahan-perubahan di masa mendatang. 

4. Mengatasi Konflik 
Anda dapat menjumpai berbagai ragam konflik kepribadian di tempat kerja. Bila berhadapan dengan rekan sekerja yang memiliki karakter aneh, hindari keinginan Anda untuk bertengkar dengannya. Ikuti pepatah kuno, "Perlakukanlah orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan". Atasan akan menghargai kedewasaan dan kemampuan Anda dalam bekerja, serta menghargai sikap Anda yang tidak meladeni rekan sekerja yang bersikap aneh.

5. Tak Cocok dengan Atasan 
Jika atasan berkarakter aneh, mulailah berpikir untuk pindah kerja. Sangat sulit bila konflik yang Anda hadapi justru dengan atasan. Bila merasa nyaman untuk membicarakan permasalahan yang diadakan dengan atasan, boleh saja Anda coba. Bila tidak ada harapan, minta pada atasan untuk memindahkan Anda ke departemen lain. Bila tidak ada jalan lain, mungkin sudah saatnya untuk pindah kerja. Dan penting bagi Anda untuk menimbang-nimbang sisi positif dan sisi negatifnya. Pertimbangkan bagaimana pentingnya rasa aman bagi Anda, apa saja alternatifnya, serta bagaimana risiko dan dampak keuangan bila Anda pindah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar