Cari Blog Ini

Kamis, 19 Juli 2012

11 Cari Cara Menyesaikan Masalah


Foto: Dok. NOVA
1. Identifikasi 
Setiap masalah yang muncul perlu diidentifikasi atau dikenali. Jika Anda salah dalam mengenali masalah, maka Anda akan menerima dampaknya, antara lain:

a. Jalan keluar yang Anda ambil kurang tepat. 
b. Konsentrasi tidak terfokus pada tugas yang sedang Anda kerjakan
c. Anda kembali melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang.

Jika ini terjadi, Anda akan menemui kesulitan untuk mengembangkan diri dan gagal memecahkan persoalan yang Anda alami. Akibatnya, bisa saja atasan “gerah” melihat kinerja Anda yang kurang memuaskan. Jadi, pandai-pandailah mengidentifikasi permasalahan, agar semua tugas Anda bisa Anda selesaikan dengan lancar, meski seribu persoalan datang menghadang.
2. Seimbangkan emosi dan stres 
Emosi dan stres akrab dengan diri kita ketika tugas mulai menumpuk, sementara waktu yang kita miliki untuk mengerjakannya sangat sempit. Dengan kata lain, Anda dikejar deadline mematikan. Nah, bagaimana menghadapi situasi seperti ini? Apa yang seharusnya Anda lakukan? 
Mungkin hanya ada satu jalan, yaitu tetap mengerjakan tugas itu. Tidak ada jalan lain. Jadi, Anda harus pintar membuat prioritas, pekerjaan mana yang harus diselesaikan lebih dulu (meski semua tugas penting). Prioritas juga akan membantu Anda menuntaskan pekerjaan Anda. Dan, di tengah-tengah Anda berupaya memecahkan persoalan yang mendesak itu, upayakan untuk menyeimbangkan emosi dan stres. Jangan sampai, kedua suasana hati dan pikiran itu menutup celah pemikiran kritis Anda.
3. Jangan gampang panik 
Apakah Anda termasuk orang yang gampang panik? Jika jawabannya ya, Anda tampaknya perlu berbenah diri. Pasalnya, kepanikan akan menutup ketenangan dan kejernihan pikiran. Akibatnya, permasalahan yang Anda hadapi tidak akan pernah lenyap dari hadapan Anda. Bahkan, akan semakin kerasan menghinggapi diri Anda, dan mengacaukan semua jadwal kerja Anda. Cobalah hela napas dalam-dalam saat kepanikan muncul dan melanda diri Anda. Kemudian, setelah Anda merasa lebih tenang, pahami benar-benar permasalahan yang ada, dan atur langkah untuk mengalahkannya. Jadi, tak perlu lagi berpanik-ria. Yakinlah bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.
4. Jangan menyalahkan diri sendiri 
Jangan terlalu cepat menyalahkan diri sendiri pada saat masalah muncul. Ingat, penyebab persoalan yang ada di tempat kerja bisa bermacam-macam, dari mulai ulah pesaing Anda sampai ke soal-soal kecil yang luput dari pemantauan Anda, semua bisa menjadi penyebab timbulnya masalah. Oleh karena itu, jika Anda mengalami suatu masalah, jangan segera menyerah dan menyalahkan diri Anda sendiri. Lebih baik segera cari penyebab kenapa masalah itu bisa muncul, sehingga Anda dapat secepatnya keluar dari krisis yang Anda alami. Menyalahkan diri sendiri bahkan justru membuat Anda menjadi tidak percaya diri. Bagaimana jika persoalan itu memang akibat kelalaian Anda sendiri? Jika ini yang terjadi, yang sebaiknya Anda lakukan adalah menyadari kesalahan tersebut, dan segera cari cara untuk memecahkannya dengan ketenangan berpikir.

5. Jangan menyalahkan rekan kerja 
Inilah cara yang paling gampang dan sering dilakukan orang di tempat kerja; menyalahkan rekan sekerja. Berbagai alasan dikemukakan kepada atasan, yang intinya menyatakan bahwa kegagalan Anda menyelesaikan tugas-tugas Anda adalah karena kelalaian rekan kerja. Tak lupa pula Anda sisipkan kata-kata, “Padahal, itu, kan, tugas tim.” Akhirnya, lengkaplah argumentasi Anda untuk lebih meyakinkan atasan. Sebaiknya berhati-hatilah menyalahkan rekan kerja. Pasalnya, jika mereka ternyata tidak melakukan apa yang Anda tuduhkan, bisa-bisa tuduhan itu berbalik menghantam Anda sendiri. Jadi, pikirkan matang-matang sebelum Anda menyalahkan rekan kerja. Kalau perlu, evaluasi diri sebelum melakukan koreksi atas kerja rekan Anda. Intinya, jangan asal tuding-lah.
6. Peka 
Dalam berkarier, jangan sekali-sekali meninggalkan kepekaan yang Anda miliki. Bahkan sebaliknya, terus asah kepekaan itu, terutama kepekaan terhadap lingkungan kerja, pesaing, dan seluk beluk tugas Anda sendiri. Dengan demikian, Anda akan cepat menemukan dan merasakan bahwa ada permasalahan yang mengganjal dalam menjalankan tugas. Berawal dari kepekaan itu pula, Anda harus segera berbenah diri dan mencari jurus jitu untuk memecahkan masalah. Jika Anda belum memiliki cukup kepekaan, segeralah belajar untuk membuka wawasan, pengertian, dan pergaulan. Sebab biasanya, dari situlah benih-benih kepekaan akan muncul. Yang penting, jangan menjadi karyawan yang menutup diri terhadap dinamika kerja.
7. Berani mengambil risiko 
Seringkali pilihan sulit menghadang saat kita berniat memecahkan suatu masalah. Tak jarang bahkan berbenturan dengan risiko. Misalnya, terkadang Anda harus berhadapan dengan rekan kerja sendiri ketika Anda harus memecahkan suatu masalah di kantor. Wajar jika ini terjadi. Pasalnya, biasanya pekerjaan Anda juga terkait dengan pekerjaan orang lain dalam kantor Anda. Untuk itu, Anda harus berani mengambil risiko untuk bersinggungan dengan rekan kerja, tanpa mengorbankan profesionalisme. Misalnya, dalam suatu rapat, Anda memberi masukan bahwa demi efisiensi, tugas tertentu harus dirampingkan. Tentu ini akan merugikan rekan kerja yang kebetulan mengerjakan tugas yang akan dihilangkan itu. Namun, bila itu memang yang terbaik, apa boleh buat. Hadapilah risiko dengan profesionalisme yang tinggi.
8. Pantang menyerah 
Salah satu syarat utama jika Anda ingin memecahkan persoalan adalah jangan mudah menyerah, terutama bila menghadapi permasalahan yang rumit dan butuh kejelian. Jika cara pertama yang Anda tempuh untuk mengatasi permasalahan tersebut gagal, misalnya, maka Anda tak perlu ragu untuk mencari cara kedua dan seterusnya. Hanya dengan cara demikian, Anda dapat mengatasi setiap persoalan yang muncul. Jika seribu satu cara yang Anda pakai gagal membantu Anda memecahkan persoalan, carilah alternatif lain sebagai pengganti. Dengan begitu, Anda tidak akan terlalu dirugikan karena gagal memecahkan persoalan yang Anda hadapi. Yang pasti, Anda harus bermental baja dan pantang menyerah.
9. Jangan hanya jago berbicara 
Perang kata-kata mungkin sering Anda jumpai di kantor tempat Anda bekerja, terutama di dalam rapat. Biasanya, antaranggota tim kerja melakukan adu argumentasi dengan tujuan yang beragam. Ada yang mengemukakan argumen untuk kepentingan tim kerja, ada pula yang hanya mengumbar kata-kata untuk kepentingan diri sendiri. Misalnya, berargumentasi untuk sekedar berkelit untuk menutupi kesalahan yang telah diperbuat. Untuk yang terakhir ini, jangan ragu-ragu, hindarilah! Jangan mengeluarkan perkataan yang tidak bermanfaat, apalagi untuk “cari muka”. Jika Anda sudah terbiasa bermanis kata di depan atasan untuk menutupi kekurangan Anda, alangkah bijaksana jika Anda menghilangkan kebiasaan ini demi kebaikan Anda sendiri. Biasakan untuk berpikir dewasa, tidak asal berbicara, sehingga setiap permasalahan bisa segera Anda atasi sesegera mungkin. Ingat, kedewasaan berpikir akan mempercepat Anda mengambil keputusan dan mencari cara untuk memecahkan permasalahan. Jadi, jangan hanya andal dalam berbicara tanpa makna, tapi asah juga kemampuan berpikir secara dewasa.
10. Berpikir ke depan 
Jangan berpaling ke belakang, tapi berpikirlah jauh ke depan. Ungkapan itu bisa Anda terapkan jika ingin memecahkan masalah yang menghadang. Dengan pola berpikir maju ke depan, Anda akan menemukan banyak alternatif, banyak celah dan kesempatan, sehingga Anda tidak akan terjebak pada satu persoalan. Pola pikir yang demikian juga dapat mengantarkan Anda pada cepatnya proses pengambilan keputusan yang Anda buat untuk memecahkan persoalan. Untuk memiliki pola pikir ke depan, Anda harus rajin mengamati dan berinovasi, baik pada pesaing maupun pada perusahaan tempat Anda bekerja. Jadi, tak perlu terlalu lama menunggu, mulailah mengembangkan budaya berpikir ke depan sekarang juga, dan jangan menoleh ke belakang jika memang tidak perlu.
11. Berdoa 
Usaha dan kerja keras tidak akan berhasil jika tidak dibarengi dengan doa. Doa akan membawa Anda pada ketenangan pikiran. Doa juga akan meyakinkan Anda bahwa Anda punya sahabat sejati yang senantiasa mendampingi Anda, yakni Tuhan, yang memberi Anda karier seperti yang Anda harapkan. Dengan bantuan dan petunjuk-Nya, niscaya Anda akan mampu memecahkan setiap permasalahan yang muncul.
Kiriman: Rahmat Herry P. - Jakarta (Dok. NOVA)
http://www.tabloidnova.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar