Nina duduk di tempat kerjanya dan merasa sakit perut. Dia mendengar mantan pacarnya, yang duduk tidak jauh darinya, sedang membuat rencana untuk melewatkan akhir pekan dengan pacarnya yang baru. Itulah pacar yang diselingkuhi sang mantan waktu sedang berpacaran dengannya. "Ada saat-saat di mana saya benar-benar tidak bisa konsentrasi kepada pekerjaan," keluh Nina.
Dari sudut ekonomi, tidak memungkinkan bagi Nina untuk berhenti dari pekerjaannya yang sekarang. Dan karena dia tidak mau menceritakan masalah yang dialaminya pada atasannya, dia terpaksa tetap duduk bersebelahan dengan mantannya selama beberapa bulan. Kebetulan, beberapa bulan sesudah itu, departemen Nina harus pindah gedung sehingga akhirnya ia bisa berada jauh dari sang mantan.
Kejadian serupa sering terjadi di kantor-kantor karena bila Anda masih lajang dan menghabiskan sebagian besar waktu di kantor, tidak heran bila kantor merupakan satu-satunya tempat bagi Anda untuk bertemu dengan seseorang dan memulai suatu hubungan yang lebih dalam. Masalah baru timbul bila hubungan tersebut putus, seperti yang dialami Nina. Mau tak mau, suka tak suka, Anda harus bertemu dengan si mantan setiap hari. Namun, tidak peduli bagaimana tidak nyamannya situasi tersebut, lama-kelamaan hal ini akan surut sendiri dan hubungan Anda akan berubah menjadi sebuah persahabatan.
Nah, agar peristiwa yang dialami Nina siap Anda hadapi jika satu saat Anda berkencan dengan teman sekerja, berikut sejumlah aturan main jika terpkasa putus hubungan dengan teman sekerja.
1. BERSIKAP DEWASA
Tidak dapat dihindari bila orang yang diputuskan akan merasa tidak senang, marah, serta menunjukkan sikap yang tidak bersahabat. Tetapi perlu diingat, di tempat kerja Anda perlu mengendalikan perasaan sakit hati dan marah. Mungkin Anda merasa perlu untuk tidak berbicara sama sekali dengan mantan, tetapi bila Anda berdua terlibat dalam suatu pekerjaan/proyek yang sama, sikap ini sama sekali tidak dibenarkan. Bila ingin marah, sebaiknya keluarkan uneg-uneg kepada sahabat Anda. Lakukan melaui telepon, jangan lewat e-mail. Atau lebih baik lagi bila dilakukan setelah jam kantor usai.
Sebaliknya, bila Anda yang memutuskan hubungan tersebut, Anda perlu peka terhadap perasaan sang mantan. Sebagai orang yang memutuskan hubungan, Anda memang berhak untuk pergi tetapi Anda juga harus bertanggung jawab untuk membantu mantan melewati masa-masa yang sulit ini. Bila Anda menghindar setiap kali bertemu atau berpapasan dengannya, membuat dia lebih menderita karena dia merasa dirinya seperti orang yang dibuang. Sebaiknya bersikap biasa saja. Bila kebetulan bertemu, berikan senyum dan sapa sekadarnya. Hindari kata-kata, "Apa kabar" karena hal ini hanya akan menambah luka di hatinya.
2. INFORMASI
Bila teman sekerja tahu mengenai hubungan cinta Anda, adalah penting untuk memberi info mengenai status terakhir hubungan Anda. Bila hubungan cinta di kantor menjadi tidak nyaman, tidak etis untuk melecehkan reputasi si dia dan hal ini hanya akan memberi kesan yang tidak baik bagi diri Anda. Sebaliknya, berikan informasi yang diperlukan dan tunjukkan kepada teman-teman yang lain bahwa walaupun Anda berdua sudah putus tapi tetap professional dan tetap mampu bekerja sama dengan baik.
3. JANGAN LIBATKAN ATASAN
Ingat, kantor bukan merupakan tempat bermain Anda! Jadi, jangan buat semuanya jadi berantakan. Bila atasan Anda tidak menanyakan masalah pribadi, sebaiknya Anda tetap tutup mulut walaupun hal ini berarti Anda terpaksa tetap duduk berdekatan dengan si mantan. Bila atasan mengetahui perihal putusnya hubungan Anda dan bertanya apakah Anda keberatan bekerja sama dengan mantan, Anda dapat memberikan jawaban sebagai berikut, "Tidak masalah, dia memang berbakat. Saya yakin kami dapat menyelesaikan pekerjaan ini dengan baik." Dengan demikian Anda memperlihatkan kedewasaan Anda di depan atasan anda dan bagi Anda pekerjaan merupakan prioritas utama.
4. HINDARI GOSIP
Tuti mendengar bisik-bisik mengenai dirinya pada waktu mantannya memutuskannya dan berhenti dari kantor di mana mereka sama-sama bekerja. Teman-teman sekantornya yang doyan gosip, mencoba menghibur Tuti. "Kami tahu dia menyakiti hati kamu dan berselingkuh dan kami tahu bagaimana perasaan kamu." Bagi Tuti, hal ini sangat tidak nyaman dan memnbuatnya malu. Akhirnya, karena tak tahan terus-menerus digosipi macam-macam, Tuti memilih berhenti bekerja.
Jelas, sebetulnya sikap itu tak perlu. Perlu diketahui, bila Anda tidak menanggapi omongan semcam itu dan bersikap cuek terhadap gossip-gosip yang beredar, pada akhirnya orang-orang bosan, gosip tersebut akan mereda, dan orang-orang tidak membicarakannya lagi.
5. TAHU KAPAN HARUS CUTI
Bila Anda betul-betul merasa terganggu dan tidak bisa berkonsentrasi pada pekerjaan, sebaiknya ambil cuti untuk menenangkan diri anda. Tapi ingat, tidak berarti setiap kali mempunyai masalah pribadi, Anda langsung anbil cuti karena hal ini tidak baik bagi reputasi serta karier Anda.
6. BERHENTI JIKA PERLU
Bila seseorang mencorengkan nama Anda atau bila Anda merasa jika tetap berada di kantor tersebut akan membahayakan, sebaiknya cari pekerjaan di tempat lain. Anda perlu ingat, walaupun sedang sakit hati dan berusaha mengatasinya, hubungan kerja yang baik bukanlah tidak mungkin untuk dijalin. Kejadian semacam ini hanya sesaat dan biasanya semuanya akan menjadi lebih baik bila Anda tahu bagaimana cara mengatasinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar