Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Diri. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Desember 2011

10 Kesalahpahaman Tentang Gagal

Kesalahpahaman 1
Beberapa orang tidak bisa gagal karena latar belakang, pendidikan, dan lain-lain. Padahal, setiap orang dapat bisa saja merasakan kegagalan. Ini hanya bagaimana mereka menghindarinya, kemudian melakukan sesuatu untuk mencapainya.

Kesalahpahaman 2
Orang-orang yang gagal tidak melakukan kebenaran. Padahal, orang-orang gagal itu justru melakukan keberhasilan sebagaimana kita semua pernah   lakukan Namun, mereka tidak melakukan keberhasilan itu untuk kedua kalinya.

Kesalahpahaman 3
Agar gagal, kita tidak harus bekerja lebih dari 60 jam (70, 80, 90...) seminggu. Padahal, persoalannya bukan terletak pada lamanya anda bekerja. Tetapi bagaimana anda dapat melakukan sesuatu yang salah.

Kesalahpahaman 4
Anda hanya bisa gagal bila bermain sesuatu dengan mengabaikan aturan. Padahal, siapakah yang membuat aturan itu? Setiap situasi membutuhkan cara yang berbeda. Kadang-kadang kita memang harus mengikuti aturan, tetapi di saat lain andalah yang membuat aturan itu.

Kesalahpahaman 5
Jika anda jarang meminta bantuan, anda tidak gagal. Padahal, gagal sering sekali terjadi di saat-saat vakum. Justru, dengan tidak mengakui dan tidak menghargai bantuan orang lain dapat membantu        kegagalan anda. Dan, sesungguhnya ada banyak sekali orang semacam itu.

Kesalahpahaman 6
Diperlukan sedikit kelalaian untuk gagal. Padahal, hanya dibutuhkan sedikit waktu. Namun, tidak diperlukan banyak kerja keras, kecerdasan,pengetahuan, dan penerapan.

Kesalahpahaman 7
Gagal adalah bila anda tidak mendapatkan banyak uang. Padahal, uang hanya satu saja dari begitu banyak keuntungan yang diberikan oleh kegagalan. Uang pun bukan jaminan kegagalan anda.

Kesalahpahaman 8
Gagal adalah bila semua orang tidak mengakuinya. Padahal, anda mungkin dapat meraih lebih sedikit orang dan  tidak ada pengakuan dari orang lain  atas apa yang anda lakukan. Tetapi, meskipun hanya anda sendiri yang mengetahuinya, anda tetaplah gagal.

Kesalahpahaman 9
Gagal adalah bukan tujuan. Padahal, gagal lebih dari sekedar anda tidak bisa meraih tujuan dan goal anda. Katakan bahwa  anda tidak menginginkan kegagalan, maka ajukan pertanyaan "atas hal apa?"

Kesalahpahaman 10
Saya gagal bila kemudahan saya berakhir. Padahal, anda mungkin gagal, tapi anda bukan Setan. Anda tetap tidak harus melalui jalan yang naik turun sebagaimana anda alami di masa-masa lalu. Nikmati saja apa yang telah anda raih dan hidup setiap hari sebagaimana adanya.


Sumber: diadaptasi dari "The Top 10 Misconceptions About Unsuccesfull.Prof Huntu

10 Kesalahpahaman Tentang Sukses

Kesalahpahaman 1
Beberapa orang tidak bisa sukses karena latar belakang, pendidikan, dan lain-lain. Padahal, setiap orang dapat meraih keberhasilan. Ini hanya bagaimana mereka menginginkannya, kemudian melakukan sesuatu untuk mencapainya.

Kesalahpahaman 2
Orang-orang yang sukses tidak melakukan kesalahan. Padahal, orang-orang sukses itu justru melakukan kesalahan sebagaimana kita semua pernah lakukan Namun, mereka tidak melakukan kesalahan itu untuk kedua kalinya.

Kesalahpahaman 3
Agar sukses, kita harus bekerja lebih dari 60 jam(70, 80, 90...) seminggu. Padahal, persoalannya bukan terletak pada lamanya anda bekerja. Tetapi bagaimana anda dapat melakukan sesuatu yang benar.

Kesalahpahaman 4
Anda hanya bisa sukses bila bermain sesuatu dengan aturan. Padahal, siapakah yang membuat aturan itu? Setiap situasi membutuhkan cara yang berbeda. Kadang-kadang kita memang harus mengikuti aturan, tetapi di saat lain andalah yang membuat aturan itu.

Kesalahpahaman 5
Jika anda selalu meminta bantuan, anda tidak sukses. Padahal, sukses jarang sekali terjadi di saat-saat vakum. Justru, dengan mengakui dan menghargai bantuan orang lain dapat membantu keberhasilan anda. Dan, sesungguhnya ada banyak sekali orang semacam itu.

Kesalahpahaman 6
Diperlukan banyak keberuntungan untuk sukses. Padahal, hanya dibutuhkan sedikit keberuntungan. Namun, diperlukan banyak kerja keras, kecerdasan,pengetahuan, dan penerapan.

Kesalahpahaman 7
Sukses adalah bila anda mendapatkan banyak uang. Padahal, uang hanya satu saja dari begitu banyak keuntungan yang diberikan oleh kesuksesan. Uang pun bukan jaminan kesuksesan anda.

Kesalahpahaman 8
Sukses adalah bila semua orang mengakuinya. Padahal, anda mungkin dapat meraih lebih banyak orang dan pengakuan dari orang lain atas apa yang anda lakukan. Tetapi, meskipun hanya anda sendiri yang mengetahuinya, anda tetaplah sukses.

Kesalahpahaman 9
Sukses adalah tujuan. Padahal, sukses lebih dari sekedar anda bisa meraih tujuan dan goal anda. Katakan bahwa anda menginginkan keberhasilan, maka ajukan pertanyaan "atas hal apa?"

Kesalahpahaman 10
Saya sukses bila kesulitan saya berakhir. Padahal, anda mungkin sukses, tapi anda bukan Tuhan. Anda tetap harus melalui jalan yang naik turun sebagaimana anda alami di masa-masa lalu. Nikmati saja apa yang telah anda raih dan hidup setiap hari sebagaimana adanya.


Sumber: diadaptasi dari "The Top 10 Misconceptions About Success", Jim M.Allen.

11 Sikap Penyumbang Kegagalan dalam Pekerjaan


Semakin besar tanggungjawab seseoraang di dalam perusahaan, semakin banyak tuntutan yang harus dipenuhi. Selain pekerjaan yang harus dikelola sebaik mungkin, juga pendekatan yang baik harus dilakukan kepada para rekan kerja, atasan dan bawahan.

Ada banyak orang gagal dalam pekerjaan hanya karena sikap-sikap di bawah ini:
1.  Arogansi: merasa diri paling benar dan yang lain salah
2.  Melograma: selalu ingin menjadi pusat perhatian
3.  Volatility: sulit ditebak, bersikap sesuai mood-nya
4.  Excessive Caution: takut mengambil keputusan
5.  Habitual Distrust: sikap yang selalu curiga kepada orang lain
6.  Aloofness: sulit dihubungi dan berkomunikasi dengan orang lain
7.  Mischievousness: peraturan dibuat untuk dilanggar
8.  Eccentricity: selalu ingin berbeda, sehingga terkadang dianggap aneh oleh orang lain
9.  Passive Resistance: tidak yakin dengan apa yang dia katakan
10. Perfectionism: kebanyakan dianggap salah, hanya sedikit yang benar
11. Eagerness to please: mengejar popularitas dalam setiap situasi

Adakah kita memiliki salah satu sikap-sikap di atas?
Sebaiknya kita memikirkan untuk mengelolanya dari sekarang.


Sumber: Disadur dari Why CEOs Fail by David L.
Dotlich & Perter C. Cairo;  Jossey-Bass, 2003