Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Desember 2011

9 Tips Sukses Menabung

Bagi sebagian orang, bahkan bagi yang berpenghasilan tinggi sekalipun, menabung bisa jadi tergolong gampang-gampang susah dilakukan. Sebab, berhasil atau tidaknya menabung bukan tergantung dari besarnya penghasilan, melainkan dari kedisiplinan yang selalu terjaga. Bila Anda termasuk sulit menabung, tips berikut ini bisa Anda coba.
1.   Tentukan terlebih dulu tujuan menabung, agar Anda memiliki target tertentu yang harus dicapai. Dengan demikian, Anda akan lebih bersemangat menabung.
2.   Alokasikan dana yang akan ditabung segera setelah gajian, bukan di akhir bulan, untuk mencegah uang habis sebelum sempat disisihkan.
3.   Pisahkan rekening untuk menabung dan rekening pemasukan Anda. Dengan demikian, keuangan lebih mudah dikontrol setiap bulan.
4.   Berapa pun penghasilan Anda, biasakan untuk menabung, sehingga Anda akan terbiasa melakukannya. Penghasilan yang kecil bukan alasan Anda tak bisa menabung.
5.   Biasakan melakukan pengeluaran dengan jumlah lebih sedikit daripada penghasilan Anda, agar tidak tekor di akhir bulan.
6.   Buatlah daftar anggaran selama satu bulan baik yang rutin maupun tidak, sehingga tidak ada uang yang habis tanpa juntrungan.
7.   Jangan lapar mata. Bila Anda memang gampang terpancing untuk berbelanja, jauhi hal-hal atau tempat yang bisa membuat Anda menghabiskan uang di luar rencana anggaran, misalnya mal.
8.   Bila penghasilan Anda bertambah, naikkan pula dana yang akan ditabung.
9.   Tak ada kata terlambat untuk menabung. Mulailah menabung sedini mungkin, sehingga hasil yang didapat juga lebih maksimal.   

Hasuna

Sabtu, 10 Desember 2011

11 Cara Berfikir Orang Sukses

"Successful people think differently than unsuccessful people"

Ungkapan ini berusaha menjelaskan bahwa perbedaan utama antara orang sukses dan orang gagal ada pada cara berpikirnya. Mereka yang sukses adalah mereka yang selalu menggunakan kekuatan berpikir untuk terus memperbaiki hidupnya sehingga lebih baik.


Orang-orang yang sukses ini adalah mereka yang memiliki tipe berpikir positif. Tipe berpikir orang-orang sukses ini adalah:

1. Big picture thinking bukan small thinking 
Cara berpikir ini menjadikan mereka terus belajar, banyak mendengar dan terfokus sehingga cakrawala mereka menjadi luas.

2. Focused thinking bukan scattered thinking
Sehingga dapat menghemat waktu dan energi, loncatan-locatan besar dapat mereka raih.

3. Creative thinking bukan restrictive thinking
Proses berpikir kreatif ini meliputi: think-collect-create-correct-connect.

4. Realistic thinking bukan fantasy thinking
Memungkinkan mereka meminimalkan risiko, ada target &  plan, security, sebagai Katalis dan memiliki Kredibilitas.

5. Strategic thinking bukan random thinking
Sehingga simplifies, customize, antisipatif, reduce error and influence other dapat dilakukan.

6. Possibility thinking bukan limited thinking
Mereka dapat berpikir bebas dan menemukan solusi bagi situasi yang dihadapi.

7. Reflective thinking bukan impulsive thinking
Memungkinkan mereka memiliki integritas, clarify big picture, confident decision making.

8. Innovative thinking bukan popular thinking
Menghindari cara berpikir yang awam untuk meraih sesuatu yang lebih baik.

9. Shared thinking bukan solo thinking
Berbagi pemikiran dengan orang lain untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

10. Unselfish thinking bukan selfish thinking
Memungkinkan mereka berkolaborasi dengan pemikian orang lain.

11. Bottom line thinking bukan wishful thinking
Berfokus pada hasil sehingga dapat meraih hasil berdasarkan potensi pemikiran yang dimiliki.



SUMBER: THINKING FOR A CHANCE
PENGARANG: JOHN C. MAXWELL
PENERBIT: WARNER BUSINESS BOOKS (2003)

9 Kiat Mendapatkan 'Hati' Atasan

1.Kerahasiaan
Selalu menyimpan data secara hati-hati dan menjaga kerahasiaan organisasi clan hubungan organisasi dengan klien atau mitra bisnis; selalu dapat dipercaya.


2.Kejujuran
Selalu berkata jujur; do not take credit for something you did not do (demikian juga sebaliknya).


3.Kesetiaan
Selalu loyal kepada atasan dan kepada perusahaan; tidak 'berkhianat' pada perusahaan, apapun alasannya.


4.Terandalkan
Tunjukkan bahwa anda dapat diandalkan; tepat waktu, tuntaskan tugas, deliver the best quality with best of your capability.


5.Bertanggung jawab
Mengerjakan tugas sesuai jadual dan tenggat waktu, sesuai target dan harapan atasan.


6.Mandiri
Up to date, produktif, membuat rencana kerja dan prioritas setiap hari.


7.Ko-operatif
Bantu dan bagi keahlian dengan rekan lain. Senang hati mengerjakan segala jenis tugas.


8.Fleksibel
Tetap siap jika dibutuhkan dalam kondisi 'darurat', misalnya kerja lebih dari jam kerja kantor.


9.Keterampilan Ganda
Belajar sebanyak mungkin, tentang komputer, posisi dan tugas-tugas lain dalam organisasi. Dapat memberi solusi untuk atasan.


(www.kompas.com)

8 Faktor Penghambat Karir

1. Defensif - Anda merasa tersinggung dan sakit hati setiap ada kritikan dialamatkan pada nda. Menganggap pendapat Anda adalah yang paling benar, orang lain salah. Solusi: Ketimbang selalu membela diri dan cari-cari kesalahan orang lain, bersikaplah ksatria dengan meminta maaf jika bersalah. Kalau atasan atau rekan menegur karena Anda keliru, terima dengan dada lapang.


2.Kekanakan - Kantor bukanlah rumah atau sarang yang nyaman bagi Anda untuk bersikap kekanakan. Begitu menerima tugas yang agak berat, atau sedikit meleset dari job desc, muka langsung masam. Solusi: Berpikirlah positif, anggaplah tugas itu sebagai pembelajaran untuk memperkaya pengalaman Anda.


3.Sering lupa - Masih muda kok pikun? Ternyata kurang menguntungkan bagi pekerjaan. Apalagi kalau pekerjaan lagi banyak, tak jarang pekerjaan yang ’kecil-kecil’ sering terlewat. Solusi: Catat di agenda Anda atau buat semacam to do list, berupa hal-hal yang hendak dikerjakan untuk hari ini. Buat pengerjaan tugas berdasar skala prioritas. Tugas yang sudah dikerjakan dikasih tanda centang atau contreng. Jangan lupa, tempatkan semuanya dalam tempat yang terlihat.


4.Terlambat - Pekerjaan tengah padat, tapi Anda tetap terlambat juga. Miting penting juga telat. Pokoknya Anda sudah dicap sebagai tukang telat. Tugas juga selalu diserahkan melebihi tenggat, padahal rekan yang lain bisa lebih awal. Solusi: Jangan tunda lagi, segera perbaiki kebiasaan tak sehat ini. Jika alasan rumah Anda jauh, cobalah cari kos-kosan yang dekat kantor. Atau usahakan berangkat pagi dari rumah agar sesampai di kantor tidak telat.
Lalu bagaimana kiat-kiat untuk dapat merebut hati atasan Anda? 'Disayang' atasan adalah salah satu jalan mencapai kesuksesan. Sebaliknya, jika Anda tidak disukai atasan, pintu sukses memang seakan tertutup perlahan. Sudah tentu penilain atasan akan membuat karir Anda menukik tajam atau malah turun drastis. Kalau atasan tidak menyukai Anda, bagaimana ia akan menilai baik prestasi kerja Anda?. Subyektivitas banyak berperan. Jangan naif, karena hal-hal semacam ini pun bisa terjadi pada Anda! Berikut adalah tips jitu yang dapat membantu Anda. Cobalah!


5.Bercerminlah - Hendaknya tahapan ini selalu Anda lakukan. Ini berarti tahapan evaluasi diri. Jangan sampai terjebak ke dalam masalah karena evaluasi adalah cermin Anda memperbaiki kesalahan. Dengan berkaca, Anda akan menentukan masa depan kerja Anda sendiri.


6.Be Positive! - Apa pun permasalahan Anda di kantor, ataupun sikap kepada atasan, jangan sampai membuat Anda berpikir dan bertingkah laku negatif. Ini akan merugikan diri sendiri. Aura positif yang Anda keluarkan, akan mempengaruhi orang lain, termasuk atasan Anda.


7.Kenali Karakter Atasan Anda! - PDKT dengan atasan untuk urusan pekerjaan, kenapa tidak? Sesuatu yang berbau positif dan bukan KKN tentunya tidak dilarang. Tunjukan perilaku baik Anda, tapi jangan berlebihan. Ketika kita berhasil mendekati atasan, timbul rasa respect darinya kepada kita, walaupun kita bawahannya. Tanyakan pada diri Anda: cukup produktifkah saya? Apakah saya berperilaku baik di kantor? Jika Anda memiliki pendapat sendiri, cernakan terlebih dulu dalam pikiran, apakah itu pantas dan tepat diajukan kepada atasan kita.


8.Totalitas - Dalam setiap pekerjaan jangan pernah sekalipun Anda menolak tugas-tugas yang diberikan atasan, walaupun sebenarnya hal tersebut kurang tepat dilakukan. Dedikasi Anda untuk bekerja secara total akan melahirkan penilaian positif terhadap penampilan kerja, tanggung jawab, serta sikap profesional yang Anda tunjukan. 

(www.kompas.com)

Bagaimana Menjadi Wiraswastawan (Enterpreuner)


Suatu materi penting sebagai pegangan dan motivator pembangkitsemangat bagi mereka yang hendak memulai wirausaha. 
Cara mengumpulkan harta: 
1% Menjadi atlet, artis, 
5% Menjadi salesman hebat
10% Menjadi CEO
10% Menjadi pengacara, dokter, profesional sukses
74% Menjadi entreprenur.

Kondisi Pensiunan di AS
Pada tahun ke-5 setelah pensiun, 95% dan mereka mulai "memangsa" uang pokok tabungan. Mengapa? 
Kondisi saat 65 tahun 
1% sangat sukses
4% impian menjadi kenyataan
15% menjalani kehidupan normal
19% masih bekerja
21% telah meninggal dunia
40% hidup dalam kemiskinan, mengandalkan bantuan pemerintah, dan orang lain

Mengapa Jadi Enterpreuner?
- Kesejahteraan
- Kebebasan
- Mewujudkan impian
- KEPEPET

ENTREPRENEUR (wirausaha)
- Entrepreneur = pedagang? Entrepreneur adalah orang yang pandai atau berbakat mengenai produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya. 
ENTREPRENEUR (wirausaha)?
- Entrepreneur adalah orang yang menciptakan kemakmuran dan proses peningkatan nilai tambah, melalui inkubasi gagasan, memadukan sumber daya dan membuat gagasan menjadi kenyataan.
- Entrepreneur (kewirausahaan) adalah suatu proses melakukan sesuatu yang baru dan berbeda dengan tujuan menciptakan kemakmuran bagi individu dan memberi nilal tambah pada masyarakat. 
ENTREPRENEUR (wirausaha)?
Entrepreneur adalah seseorang yang menyukai perubahan, melakukan temuan-temuan yang membedakan dirinya dengan orang lain, menciptakan nilal tambah, memberikan manfaat bagi dirinya dan orang lain, karyanya dibangun berkelanjutan (bukan ledakan sesaat) dan dilembagakan agar kelak dapat bekerja efektif di tangan orang lain. 
Ciri Excellent Entrepreneur:
1. Berani mengambil resiko
2. Menyukai tantangan
3. Punya daya tahan yang tinggi
4. Punya vlsi jauh ke depan
5. Memberikan yang terbaik

Kata kunci untuk Entrepreneur:
- Berani mengambil risiko (calculated risk)
- Inovasi

Cara meminimalisir risiko:
- Cari pembimbing yang tepat
- Bentuk tim yang tangguh
- Kekuatan jaringan

Cara Berfikir Inovatif:
1. Terus belajar untuk memperluas wawasan
2. Mengamati secara berbeda
3. Keberanian dan imajinasi untuk menggabungkan berbagai hat yang berbeda.

Modal Dasar Entrepreneur:
Mimpi
Peluang 
Reputasi
Kekuatan
Pikiran
Uang
Pelatihan
Kepemimpinan & Kerja tim
Jaringan Entreprener
Belajar
Teknologi

Faktor Utama Penghambat Sukses:
1.Rasa malu
2. Rasa takut

PELUANG
P = perhatikan sekelihing Anda
E = evaluasi kekuatan diri
L = lihat perkembangan
U = ubah yang ada (modifikasi)
A = antisipasi perubahan
N = nomor satukan pelanggan
G = gerakkan pasar ke arah Anda

Masalah Menjadi Peluang:
- Krisis = wei -ji (bahasa Cina)
- Selalu ada peluang dalam krisis bagi orang yang memiliki motivasi dan kepekaan.

Kekuatan Jaringan (networking):
- NETWORKING or not working
- Bagaimana membangun Networking?
Banyak bergaul-Banyak teman-Jaringan-Ketulusan-Usaha Berkembang-sukses. (muzni)

8 Pertanyaan Jebakan Saat Wawancara Kerja

Dalam proses perekrutan pegawai tiap perusahaan membutuhkan beberapa tahapan untuk melakukan seleksi bagi pelamar pekerjaan yaitu pada umumnya tahapan test tertulis, interview, test kesehatan (kalau ada). Tidak sedikit pula banyak dari calon karyawan yang telah lulus dalam test tertulis akan tetapi gagal dalam tahap interview atau wawancara. Mungkin ada baiknya membaca artikel ini yang diharapkan bisa membantu para calon karyawan dalam menyiasati pertanyaan dari pewawancara. Berikut beberapa daftar pertanyaan yang mungkin adalah sebuah jebakan dalam sebuah proses wawancara:

1. Mengapa kami harus mempekerjakan Anda?
Ini peluang Anda untuk “menjual” diri Anda. Uraikan dengan singkat dan jelas kelebihan yang Anda miliki, kualifikasi Anda dan apa yang dapat Anda sumbangkan bagi perusahaan tersebut. Hati-hati , jangan memberikan jawaban yang terlalu umum. Hampir setiap orang mengatakan mereka merupakan seorang pekerja keras dan memiliki motivasi. Berikanlah jawaban yang memperlihatkan keunikan yang Anda miliki.

2. Mengapa tertarik bekerja di perusahaan ini?
Pertanyaan ini merupakan salah satu alat bagi si pewawancara untuk mengetahui apakah Anda mempersiapkan diri anda dengan baik. Jangan pernah datang untuk sebuah wawancara pekerjaan tanpa mengetahui latar belakang perusahaan. Dengan memiliki informasi yang cukup mengenai latar belakang perusahaan tersebut maka pertanyaan di atas memberikan kesempatan kepada Anda untuk memperlihatkan inisiatif, dan menunjukkan apakah pengalaman serta kualifikasi yang Anda miliki sepadan dengan posisi yang diperlukan.

3. Apa kelemahan utama Anda?
Rahasia dalam menjawab pertanyaan di atas adalah dengan berkata jujur mengenai kelemahan Anda, tapi jangan lupa menjelaskan bagaimana Anda mengubah kelemahan tersebut menjadi kelebihan. Misalnya, bila Anda memiliki masalah dengan perusahaan terdahulu, perlihatkan langkah yang Anda ambil. Hal ini memperlihatkan bahwa Anda memiliki kemampuan dalam mengenali aspek yang perlu diperbaiki dan inisiatif dalam memperbaiki diri Anda.

4. Mengapa berhenti dari perusahaan terdahulu?
Walaupun Anda berhenti dari pekerjaan terdahulu dengan cara yang tidak baik, Anda harus berhati-hati dalam memberikan jawaban. Usahakan untuk memberikan jawaban yang diplomatis. Bila Anda memberikan jawaban yang mengandung aspek negatif, kompensasikan jawaban tadi dengan jawaban yang positif. Bila anda mengeluhkan tentang pekerjaan terdahulu, maka hal ini tidak memberi poin apa-apa buat Anda.

5. Bagaimana Anda mengatasi masalah?
Tidak mudah memberikan jawaban bila Anda mendapatkan pertanyaan seperti di atas, terutama bila Anda baru lulus dan tidak memiliki pengalaman kerja. Pewawancara ingin melihat apakah Anda dapat berpikir kritis dan mengembangkan solusi tanpa melihat jenis permasalahan yang Anda hadapi, bahkan walaupun Anda tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Gambarkan langkah-langkah yang Anda lakukan dalam memprioritaskan pekerjaan. Hal ini memperlihatkan bahwa Anda bertanggungjawab dan tetap dapat berpikir jernih walaupun sedang menghadapi masalah.

6. Prestasi apa yang dibanggakan?
Rahasia dari pertanyaan di atas adalah dengan menyeleksi dan memilih secara spesifik prestasi yang berhubungan dengan posisi yang sedang ditawarkan. Walaupun Anda pernah menjuarai bola basket pada waktu kuliah, tetapi ini bukan merupakan sebuah jawaban yang diharapkan. Berikan jawaban yang lebih profesional dan lebih relevan. Pikirkan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut dan kembangkan contoh yang memperlihatkan bagaimana Anda dapat memenuhi kebutuhan perusahaan.

7. Berapa gaji yang Anda harapkan?
Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang tersulit terutama bagi mereka yang tidak memiliki pengalaman kerja yang cukup.Yang perlu Anda lakukan sebelum wawancara adalah mencari tahu pasaran gaji untuk posisi yang ditawarkan agar Anda dapat memberikan jawaban atas pertanyaan ini. Beritahu pewawancara bahwa Anda terbuka untuk membicarakan mengenai kompensasi bila saatnya tiba. Bila terpaksa, berikan jawaban yang berupa kisaran angka, bukan angka tertentu.

8. Bisa ceritakan mengenai diri Anda?
Mungkin pertanyaan di atas tampaknya mudah tetapi pada kenyataannya tidaklah semudah yang Anda bayangkan. Yang pasti Anda harus menyadari bahwa pewawancara tidak tertarik untuk mengetahui apa yang Anda lakukan di akhir pekan ataupun dari daerah mana Anda berasal. Pewawancara berusaha mengetahui Anda secara profesional. Siapkan dua atau tiga poin mengenai diri Anda, baik pengalaman kerja maupun sasaran karir Anda dan tetap konsisten. Rangkum jawaban Anda dengan mengungkapkan keinginan Anda sebagai bagian dari perusahaan tersebut. Bila memiliki jawaban yang mantap maka hal ini dapat membawa Anda pada pembicaraan yang memperlihatkan kualifikasi Anda.

6 Sikap Saat Wawancara Kerja


Bosan dan tidak puas dengan pekerjaan sekarang? Kalau anda merasa yakin bisa memperoleh kesempatan kerja yang lebih baik, nggak ada salahnya anda mencoba 'hijrah' ke perusahaan lain. Dan, jika anda sudah menyebarkan lamaran, siap-siap aja dipanggil untuk wawancara! Memenuhi panggilan wawancara, berarti anda harus siap menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar wawancara. Walaupun wawancara kerja bukan peristiwa mendebarkan lagi dalam hidup anda, tetapi dalam menjawab pertanyaan seputar wawancara anda tetap perlu berhati-hati. Apalagi mengingat status anda yang masih terikat di suatu perusahaan Meski anda merasa pintar dan brilian, jangan keburu yakin bahwa semua pintu perusahaan akan terbuka secara otomatis untuk anda. Sebab kenyataannya, para tuan dan nyonya pintar ini seringkali gagal dalam wawancara. Alasannya ? tidak smart dan taktis dalam menjawab pertanyaan.

1. Ceritakan tentang diri anda
Erina Collins, seorang agen rekruitmen di Los Angeles menyatakan seringkali ada perbedaan yang mengejutkan antara ketika kita membaca lamaran seseorang dengan saat berhadapan dengan si pelamar. "Pengalaman menunjukkan, surat lamaran yang optimis tidak selalu menunjukkan bahwa pelamarnya juga sama optimisnya," kata Erina. Ketika pewawancara menanyakan hal yang sederhana seperti "Di mata anda, siapa anda?" atau "Ceritakan sesuatu tentang anda", banyak pelamar menatap pewawancaranya dengan bingung dan lalu seketika menjadi tak percaya diri.

"Saya merasa biasa-biasa saja" atau "tak banyak yang bisa saya ceritakan tentang diri saya" seringkali menjadi jawaban yang dipilih pelamar sebagai upaya merendahkan diri. Selama ini banyak artikel karir konvensional yang menyarankan agar anda sebaiknya merendahkan diri sebisa mungkin, sebagai upaya mencuri hati si pewawancara. "Tapi ini jaman modern. Jawaban yang terlalu merendah dan banyak basi-basi hanya menunjukkan bahwa anda sebenarnya tidak yakin dengan diri anda. Dan perusahaan masa kini tidak butuh karyawan seperti itu," tegas Erina.

Pengalaman Eliana Burthon, staf humas sebuah hotel berbintang di New York mungkin menarik untuk disimak. Ketika pewawancara memberinya satu menit untuk bercerita tentang dirinya, Eliana mengatakan "Saya Eliana Burthon, anak pertama dari lima bersaudara. Sejak SMA, saya aktif di koran sekolah. Disitu saya menulis, mewawancarai orang-orang di sekitar saya dan berhubungan dengan mereka. Dari situ saya sadar alangkah menariknya bisa bertemu dengan orang banyak, berdiskusi dan mengetahui banyak hal dari mereka. Diluar itu, saya senang musik, membaca dan traveling.Ketika kuliah, saya sering menulis pengalaman jalan-jalan saya, atau sekedar memberi referensi kaset yang sedang laris untuk koran kampus saya."

Meski tak memberikan jawaban yang berbunga-bunga, apa yang diungkapkan Eliana tentang dirinya menunjukkan bahwa dirinya terbuka, ramah dan punya rasa ingin tahu. "Jawaban itu cerdas dan efektif untuk menggambarkan bagaimana dia menyatakan secara implisit bahwa dirinya merasa layak
ditempatkan di posisi yang diincarnya. Pewawancara butuh jawaban seperti itu. Cukup singkat, tapi menunjukkan optimisme yang alamiah," kata Erina Collins.

Kalau anda dipanggil untuk wawancara, sebisanya persiapkan diri dengan baik. Rasa percaya diri dan menunjukkan bahwa anda menjadi diri sendiri adalah yang terpenting. Pewawancara tidak butuh jawaban yang berbunga-bunga, berapi-api apalagi munafik. Pada kesempatan pertama, mereka biasanya ingin melihat bagaimana si pelamar menghargai diri sendiri. Sebab itu, buatlah beberapa poin tentang kemahiran anda, hal-hal yang anda sukai dan inginkan untuk masa depan anda. Kalau telah menemukan poin-poin itu, berlatihlah mengemukakan semua itu dalam sebuah jawaban singkat yang cerdas dan optimis.


2. Hati-hati pertanyaan jebakan
Siapapun idealnya tak suka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan. Tapi begitulah kenyataannya ketika anda diwawancara. Seringkali banyak hal tak terduga yang dilontarkan si pewawancara dan membuat anda seringkali kelepasan bicara. Dalam hal ini, Erina memberi contoh pengalamannya ketika mewawancarai seorang pelamar tentang mengapa ia memutuskan pindah kerja.

"Ketika itu saya tanya 'apa yang membuat anda memutuskan pindah kerja? Tadi anda bilang, lingkungan kerjanya cukup nyaman kan?' dan pelamar itu menjawab 'saya tidak suka bos saya. Seringkali ia membuat saya jengkel dengan pekerjaan-pekerjaan tambahan dan itupun tidak membuat gaji saya naik.' Saya lalu berpikir, apa yang akan dia katakan jika suatu saat keluar dari perusahaan saya tentulah tak beda buruknya dengan apa yang dia ungkapkan pada saya tentang perusahaan lamanya," ungkap Erina.

Poinnya, taktislah dalam memberi jawaban. Jangan pernah memberi jawaban yang menjelekkan tempat kerja anda yang lama atau apapun yang konotasinya negatif. Lebih baik kalau anda menjawab "saya menginginkan ritme kerja yang teratur dan terjadwal. Mengenai gaji, sebenarnya di tempat kerja yang lama tak ada masalah, tapi tentu saya senang kalau ada peluang untuk peningkatan gaji." Atau kalau anda ditanya tentang kelemahan anda, lebih baik tidak menjawab "saya sering telat dan lupa waktu." Tetapi jawablah lebih taktis, misalnya "kadang saya memang pelupa, tetapi beberapa waktu ini sudah membaik karena saya selalu mencatat segalanya di buku agenda." atau "saya sering kesal kalau kerja dengan rekan yang lamban, tetapi sebisanya kami berdiskusi bagaimana caranya menyelesaikan kerja dengan lebih cepat."

Dalam wawancara, si pewawancara selalu berupaya mengorek sedapat mungkin tentang kepribadian pelamar. Kadang pertanyaan sepele seperti "Sudah punya pacar? Ada niat menikah dalam waktu dekat?" sering ditanggapi buru-buru oleh si pelamar dengan menjawab misalnya "Sudah, rencananya kami akan menikah akhir tahun ini." Padahal, menurut Erina, jawaban itu bisa jadi penutup peluang kerja anda. "Perusahaan selalu ingin diyakinkan bahwa calon karyawannya hanya akan fokus pada pekerjaan mereka, terutama pada awal masa kerja. Jawaban bahwa anda akan menikah dalam waktu dekat justru menunjukkan bahwa perusahaan bukanlah fokus anda yang sebenarnya, tetapi hanya seperti selingan," ujar Erina sambil menambahkan bahwa akan lebih baik kalau anda menjawab "sudah, tapi sebenarnya saya ingin mempunyai pengalaman kerja yang cukup sebelum memutuskan untuk menikah."

3. Semangat dan bahasa tubuh
Dalam wawancara kerja, penampilan memang bukan nomor satu tetapi menjadi pendukung yang ikut menentukan. Karena itu selain berpakaian rapi, tidak seronok, mencolok atau banyak pernik, tunjukkan bahasa tubuh yang baik. Jangan pernah melipat tangan di dada pada saat wawancara, karena memberi kesan bahwa anda seorang yang kaku dan defensif. Idealnya, tangan dibiarkan bebas untuk mengekspresikan kata-kata anda, tentu saja dengan tidak berlebihan.

Selama wawancara berlangsung, buatlah kontak mata yang intens. Pelamar yang sering membuat kontak mata menunjukkan keinginan untuk dipercaya serta kesungguhan memberikan jawaban. Rilekslah dan sesekali tersenyum untuk menunjukkan bahwa anda pribadi yang hangat. pelamar yang menyenangkan. Kurangi kata-kata "saya merasa..." atau "saya kurang..." dan sebaiknya gunakan "saya pikir...", "menurut pendapat saya..", "saya yakin...", "saya optimis...". Kata-kata "saya merasa..." atau "saya kurang..." mengesankan anda lebih sering menduga, menggunakan perasaan, tidak terlalu percaya diri dan tidak menguasai persoalan.

4. Apa kelemahan dan kekuatan anda?
Dalam menjawabnya, usahakan untuk menekankan kekuatan anda sesuai dengan uraian pekerjaan yang ditawarkan. Termasuk keahlian, ketrampilan dan karakter positif yang mendukung pekerjaan anda, seperti tekun, percaya diri, mandiri, mudah beradaptasi, dll. Kemudian samarkan kelemahan anda dengan mengungkapkannya secara positif. Misalnya "Kalau bekerja saya suka lupa waktu".

5. Bagaimana anda menggambarkan diri anda 1 tahun mendatang?
Gambarkanlah bahwa anda sangat bersemangat dalam meniti karir di perusahaan ini. Dan katakan bahwa anda akan terus memberi kontribusi bagi kemajuan perusahaan. Bahkan bukan tak mungkin kalau suatu saat nanti anda akan menjadi seseorang yang cukup diperhitungkan dalam perusahaan ini.

6. Kontribusi seperti apa yang akan anda berikan pada perusahaan ini
Katakan bahwa anda akan bekerja keras dengan mengerahkan segala kemampuan, keahlian, ketrampian dan kreativitas yang anda miliki pada perusahaan. Agar lebih meyakinkan, jelaskan apa saja yang telah anda capai di perusahaan anda saat ini berikut prestasi-prestasi yang telah anda raih. Tunjukkanlah bahwa anda memang sangat berharga dan perusahaan manapun tidak akan menyesal telah mengajak anda bergabung Kesimpulannya, anda harus menampilkan kualitas diri anda secara positif. Dan buatlah kesan yang sangat menarik bagi si pewawancara. Sehingga mereka akan berpikir seribu kali menolak anda. Dan jika anda diterima, siap-siap aja mengajukan pengunduran diri pada perusahaan anda sekarang. Toh sah-sah aja kan menjemput kesempatan yang lebih menjanjikan? Nah, siap bersaing di dunia kerja? Yang penting, persiapkan diri anda dengan baik dan jangan pernah meremehkan pertanyaan sekecil apapun dalam wawancara kerja. Selamat bersaing! 

Jumat, 09 Desember 2011

5 Rahasia Wirausahawan Sejati


Ada banyak sifat yang dirujukkan pada seorang wirausahawan, misal, pemberani, pembuka jalan, pengambil resiko, bahkan serakah, rakus, dan macam-macam lainnya. Manusia-manusia langka yang berani menghadapi resiko dan berspekulasi dipandang sebagai pengusaha yang tega melakukan apa pun untuk meraih kekayaan sehingga merusak kesehatan dirinya sendiri. Yang jelas, semua image tersebut sudah seharusnya dibuang ke dalam keranjang sampah mistik dan kesalahpahaman.

Di jaman sekarang ini, ada sebuah model baru bagi seorang wirausahawan sejati. Mereka memandangkan kesuksesan sebagai sesuatu yang lain, karena mereka menyadari bahwa bermimpi untuk meraih keamanan melalui kekayaan adalah sesuatu yang benar- benar hanyalah sebuah mimpi belaka. Mereka menemukan bahwa sebuah keamanan diri bukan berasal dari finansial. Mereka melangkah ke dalam kekuatan batin mereka untuk menempuh tujuan hidup dan menciptakan hidup yang penuh makna, bukan sekedar bisnis belaka. Mereka inilah yang kami sebut sebagai wirausahawan sejati.

Ada lima sifat dan hal yang dimiliki oleh seorang wirausahawan sejati. Yaitu:

1. Visioner.

Wirausahawan model lama biasanya suka melawan sesuatu. Karena, mereka menginginkan kebebasan dan melakukan segala sesuatu menurut cara mereka sendiri, serta percaya bahwa mereka bisa melakukannya jauh lebih baik ketimbang orang lain. Tetapi, bagi seorang wirausahawan sejati, jiwa yang memberontak hanyalah sebagian kecil saja. Bagaimana pun, seorang wirausahawan sejati lebih merupakan seorang yang visioner. Mereka melihat gambar besar yang begitu penuh angan-angan. Mereka juga mempunyai wawasan yang luas akan hidup dan usaha yang ingin mereka ciptakan.

2. Pencipta nasibnya sendiri.

Wirausahawan tradisional menciptakan bisnis, dan ini merupakan motivator terbesar mereka. Namun, ketika bisnis telah diciptakan, kemana lagi mereka akan melangkah? Wirausahawan sejati bergerak menuju nasib dan takdir mereka. Mereka mendapat inspirasi dari sesuatu yang lebih luas daripada sekedar apa yang bisa mereka usahakan. Mereka pun menggali kekuatan batin dalam mereka dan melangkah penuh percaya diri. Mereka bisa tetap melangkah meski hambatan tampaknya mustahil dilalui. Dengan demikian, orang-orang yang tepat, tempat yang tepat dan kesempatan yang tepat bermunculan untuk menolong wirausahawan sejati meraih takdir mereka.

3. Menarik perhatian.

Semua wirausahawan mempunyai mimpi. Sebagian dari mereka berkeinginan untuk mencapai tujuan yang jelas, sedangkan yang lain hanya berkeinginan untuk menjadi seorang wirausahawan yang terkenal dan pertama. Mereka mendorong ide dan bisnis untuk melakukan sesuatu yang mungkin sulit dicapai orang lain. Namun, seorang wirausahawan sejati, bukan sekedar bermimpi, mereka juga orang yang menarik perhatian. Setiap langkah mereka mampu menjadi inspirasi bagi orang lain.

4. Meraih tujuan diri.

Banyak wirausahawan tradisional secara agresif mengejar mimpi dan mengembangkan bisnis yang sangat sukses. Tapi, banyak dari mereka yang tak merasakan kepuasan batin. Kenapa? Karena mereka tidak menyisihkan waktu untuk benar-benar memahami apa yang penting bagi hidup mereka, sebagai akibatnya, mereka menderita banyak penyakit, hubungan yang buruk dan hal-hal lain. Sedangkan wirausahawan sejati menciptakan bisnis dari dalam diri sebagai perwujudan kesadaran jiwa mereka. Mereka mengerti apa yang penting untuk menyelaraskan keyakinan dan mimpi-mimpi mereka untuk memenuhi tujuan hidup mereka.

5. Inspirasional.

Banyak wirausahawan memilih untuk tidak mempunyai karyawan atau rekan kerja. Mereka lebih suka bekerja sendiri. Itu kenapa, seringkali mereka tidak bisa bertindak sebagai supervisor yang baik. Mereka lebih suka mengendalikan semuanya, atau melakukan micromanagement, atau tidak memanage apa-apa. Wirausahawan sejati tahu pentingnya spirit team dan bagaimana membangkitkan inspirasi orang lain agar menjadi kreatif dan mampu mengekspresikan hidup yang penuh makna. Mereka tahu bahwa memenuhi kebutuhan orang-orang lebih baik bagi klien dan rekan bisnis mereka. Dan, sebagai akibatnya bisnis mereka pun tumbuh.

Tak peduli apakah anda sekarang ini adalah seorang wirausahawan atau sedang bermimpin menjadi seorang wirausahawan, memahami bagaimana menjadi seorang wirausahawan sejati tentu mempunyai banyak keuntungan bagi anda. Anda bisa menyingkirkan cap sebagai seorang wirausahawan tradisional dan memberikan ruang yang lebih luas bagi anda untuk pertumbuhan diri anda. Jika anda siap untuk melangkah maju dan berikrar untuk meraih apa yang anda inginkan, yaitu hidup penuh makna dan sejahtera, inilah waktunya untuk berubah. Ubah pandangan anda dan jadilah seorang wirausahawan sejati sekarang. (30042002)

(Disadur dari: Aleta Pippin, 5 Secrets of the Authentic Entrepreneur)

Alphabet Keberhasilan

 A : Accept. Terimalah diri Anda sebagaimana adanya.

 B : Believe. Percayalah terhadap kemampuan Anda untuk meraih apa yang Anda  inginkan dalam hidup.

 C : Care. Pedulilah pada kemampuan Anda meraih apa yang Anda inginkan  dalam hidup.

 D : Direct. Arahkan pikiran pada hal-hal positif yang meningkatkan  kepercayaan diri.

 E : Earn. Terimalah penghargaan yang diberi orang lain dengan tetap  berusaha menjadi yang terbaik.

 F : Face. Hadapi masalah dengan benar dan yakin.

 G : Go. Berangkatlah dari kebenaran.

 H : Homework. Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk pengumpulan  informasi.

 I : Ignore. Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan Anda mencapai  tujuan.

 J : Jealously. Rasa iri dapat membuat Anda tidak menghargai kelebihan Anda  sendiri, jadi hindarilah

 K : Keep. Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal.

 L : Learn. Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya.

 M : Mind. Perhatikan urusan sendiri dan tidak menyebar gosip tentang orang  lain.

 N : Never. Jangan pernah QUIT dan PUTUS ASA

 O : Observe. Amatilah segala hal di sekeliling Anda.  Perhatikan,dengarkan,dan belajar dari orang lain.

 P : Patience. Sabar adalah kekuatan tak ternilai yang membuat Anda terus  berusaha.

 Q : Question. Pertanyaan perlu untuk mencari jawaban yang benar dan  menambah ilmu.

 R : Respect. Hargai diri sendiri dan juga orang lain.

 S : Self Confidence, Self Esteem, Self Respect. Percaya diri, harga  diri,citra diri, penghormatan diri membebaskan kita dari  saat-saat tegang.

 T : Take. Bertanggung jawab pada setiap tindakan Anda.

 U : Understand. Pahami bahwa hidup itu naik turun.

 V : Value. Nilai diri sendiri dan orang lain, berusahalah melakukan yang   terbaik.

 W : Work. Bekerja dengan giat, jangan lupa berdo'a.

 X : X'tra. Usaha lebih keras membawa keberhasilan.

 Y : You. Anda dapat membuat suatu yang berbeda.

 Z : Zero. Usaha nol membawa hasil nol pula. (",)