1. Defensif
- Anda merasa tersinggung dan sakit hati setiap ada kritikan dialamatkan pada
nda. Menganggap pendapat Anda adalah yang paling benar, orang lain salah.
Solusi: Ketimbang selalu membela diri dan cari-cari kesalahan orang lain,
bersikaplah ksatria dengan meminta maaf jika bersalah. Kalau atasan atau rekan
menegur karena Anda keliru, terima dengan dada lapang.
2.Kekanakan - Kantor bukanlah rumah atau sarang yang nyaman bagi Anda untuk bersikap kekanakan. Begitu menerima tugas yang agak berat, atau sedikit meleset dari job desc, muka langsung masam. Solusi: Berpikirlah positif, anggaplah tugas itu sebagai pembelajaran untuk memperkaya pengalaman Anda.
2.Kekanakan - Kantor bukanlah rumah atau sarang yang nyaman bagi Anda untuk bersikap kekanakan. Begitu menerima tugas yang agak berat, atau sedikit meleset dari job desc, muka langsung masam. Solusi: Berpikirlah positif, anggaplah tugas itu sebagai pembelajaran untuk memperkaya pengalaman Anda.
3.Sering lupa - Masih muda kok pikun? Ternyata kurang menguntungkan bagi pekerjaan. Apalagi kalau pekerjaan lagi banyak, tak jarang pekerjaan yang ’kecil-kecil’ sering terlewat. Solusi: Catat di agenda Anda atau buat semacam to do list, berupa hal-hal yang hendak dikerjakan untuk hari ini. Buat pengerjaan tugas berdasar skala prioritas. Tugas yang sudah dikerjakan dikasih tanda centang atau contreng. Jangan lupa, tempatkan semuanya dalam tempat yang terlihat.
4.Terlambat - Pekerjaan tengah padat, tapi Anda tetap terlambat juga. Miting penting juga telat. Pokoknya Anda sudah dicap sebagai tukang telat. Tugas juga selalu diserahkan melebihi tenggat, padahal rekan yang lain bisa lebih awal. Solusi: Jangan tunda lagi, segera perbaiki kebiasaan tak sehat ini. Jika alasan rumah Anda jauh, cobalah cari kos-kosan yang dekat kantor. Atau usahakan berangkat pagi dari rumah agar sesampai di kantor tidak telat.
Lalu bagaimana kiat-kiat untuk dapat merebut hati
atasan Anda? 'Disayang' atasan adalah salah satu jalan mencapai
kesuksesan. Sebaliknya, jika Anda tidak disukai atasan, pintu sukses memang
seakan tertutup perlahan. Sudah tentu penilain atasan akan membuat karir Anda
menukik tajam atau malah turun drastis. Kalau atasan tidak
menyukai Anda, bagaimana ia akan menilai baik prestasi kerja Anda?.
Subyektivitas banyak berperan. Jangan naif, karena hal-hal semacam ini pun bisa
terjadi pada Anda! Berikut adalah tips jitu yang dapat membantu Anda. Cobalah!
5.Bercerminlah - Hendaknya tahapan ini selalu Anda lakukan. Ini berarti tahapan evaluasi diri. Jangan sampai terjebak ke dalam masalah karena evaluasi adalah cermin Anda memperbaiki kesalahan. Dengan berkaca, Anda akan menentukan masa depan kerja Anda sendiri.
6.Be Positive! - Apa pun permasalahan Anda di kantor, ataupun sikap kepada atasan, jangan sampai membuat Anda berpikir dan bertingkah laku negatif. Ini akan merugikan diri sendiri. Aura positif yang Anda keluarkan, akan mempengaruhi orang lain, termasuk atasan Anda.
7.Kenali Karakter Atasan Anda! - PDKT dengan atasan untuk urusan pekerjaan, kenapa tidak? Sesuatu yang berbau positif dan bukan KKN tentunya tidak dilarang. Tunjukan perilaku baik Anda, tapi jangan berlebihan. Ketika kita berhasil mendekati atasan, timbul rasa respect darinya kepada kita, walaupun kita bawahannya. Tanyakan pada diri Anda: cukup produktifkah saya? Apakah saya berperilaku baik di kantor? Jika Anda memiliki pendapat sendiri, cernakan terlebih dulu dalam pikiran, apakah itu pantas dan tepat diajukan kepada atasan kita.
8.Totalitas - Dalam setiap pekerjaan jangan pernah sekalipun Anda menolak tugas-tugas yang diberikan atasan, walaupun sebenarnya hal tersebut kurang tepat dilakukan. Dedikasi Anda untuk bekerja secara total akan melahirkan penilaian positif terhadap penampilan kerja, tanggung jawab, serta sikap profesional yang Anda tunjukan.
(www.kompas.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar