Cari Blog Ini

Kamis, 08 Desember 2011

5 Hal Tabu di Tempat Kerja

Zaman sekarang, bila Anda tidak meperhatikan cara kerja, perilaku, cara bicara, atau bahkan cara Anda berbusana, bisa-bisa Anda memberi kesan, "Kalau mau memecat seseorang, sayalah orangnya!" Jadikan diri Anda orang yang dibutuhkan dengan menghindari hal-hal berikut:

1. Jangan Bersikap Tidak Bersedia
Hindari sikap yang menunjukkan Anda tidak bersedia membantu teman yang sedang memerlukan bantuan Anda serta hindari sikap sengaja tidak membalas e-mail maupun telepon teman sekerja yang memerlukan informasi penting dari Anda.
Masa kini, tuntutan kerja yang tinggi pada banyak perusahaan dengan kompensasi yang tidak sesuai, membuat semua orang menanggung pekerjaan yang berlebihan dan menjadi super sibuk. Mungkin Anda merasa tidak ada yang memperhatikan sikap cuek Anda. Padahal, pada kenyataannya, gerak-gerik Anda diperhatikan. Antara lain, dari ketidakberhasilan Anda dalam menggolkan suatu proyek. Gosip segera menyebar dan bila gosip sampai terdengar pada seseorang yang merupakan pengambil keputusan dalam pengurangan tenaga kerja, Anda akan berada dalam bahaya.
Namun, di sisi lain, juga tidak baik bila selalu bersedia membantu orang lain. Kesimpulannya, Andalah yang harus dapat mengatur waktu, kapan harus membantu teman sekerja dengan misalnya mengatakan, "Hari ini saya betul-betul sibuk, mungkin besok atau lusa bila tak banyak pekerjaan, saya dapat membantu" atau bicarakan dengan atasan, pekerjaan mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu.

2. Jangan Mudah Tersinggung
Umumnya para karyawati harus menyadari, pilihan dan keputusan yang berhubungan dengan pekerjaan sering dibuat tanpa melihat apakah karena mereka disukai atau karena pekerjaan mereka dihargai. Dengan perkataan lain, hanya karena atasan tidak mempedulikan pendapat Anda di dalam suatu rapat, tidak berarti dia tidak menyukai Anda.
Tentu saja politik kantor sering terjadi, tetapi keputusan yang tidak sepihak pun bisa saja terjadi. Namun bila perasaan tersinggung, sakit hati, atau dendam Anda tidak ada dasarnya, risikonya Anda akan mempermalukan diri sendiri.
Yang perlu Anda ingat adalah, bila ada hal-hal yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan, tidak berarti dunia sudah terbalik. Anda harus menyadari bahwa dalam pekerjaan tidak perlu memakai perasaan. Tentu, kadang masalah pribadi bisa saja terjadi dan bila hal ini terjadi berulang kali, yang harus Anda lakukan adalah dengan berterus terang mengatakannya, misalnya, "Saya perhatikan ini dan itu terjadi dan saya tidak mengerti mengapa hal tersebut terjadi. Dapatkah kita diskusikan?" Dengan cara ini Anda memberi kesempatan kepada orang tersebut untuk menghilangkan prasangka Anda dan memberi kesempatan kepadanya untuk menjelaskan sesuatu yang merupakan tanda tanya bagi Anda.

3. Jangan Mencampurkan Pekerjaan Dengan Kesenangan
Pada acara/pesta yang diadakan kantor, membaur dengan pegawai lain serta para pimpinan perusahaan merupakan cara yang baik. Dan pada saat bersama para pimpinan yang merupakan orang-orang penting dalam mempromosikan seorang pegawai, Anda harus dapat menempatkan diri serta dapat membedakan, kapan waktunya bersenang-senang dan kapan saatnya membicarakan pekerjaan.

4. Jangan Berusaha Menjadi Seseorang Yang Sempurna
Selalu berusaha menjadi orang yang paling sempurna justru dapat menjadi bumerang bagi diri sendiri. Intinya, bila menemui kegagalan, Anda tidak mau mencoba dan bila takut membuat kesalahan, Anda tidak mau mengambil risiko. Yang penting adalah dapat membedakan melakukan pekerjaan dengan sempurna, melakukan pekerjaan sebaik mungkin, serta bersedia belajar dan mengerjakan tugas-tugas baru dan bertanya - atau meminta bantuan - bila diperlukan.
Bila melakukan kesalahan yang tidak dapat dihindari, Anda harus menyadari, semua orang dapat melakukan kesalahan. Jangan sembunyikan! Akui dan cari jalan keluarnya.

5. Jangan Lupa Melihat Sesuatu Dari Kacamata Orang Lain
Anda tentu ingat peribahasa yang mengatakan, "Karena nila setitik rusak susu sebelanga." Penampilan seseorang merupakan refleksi atas pemikiran dan sikapnya. Bila seseorang tampak menarik hanya dari bagian leher ke atas tetapi tidak demikian dari leher ke bawah, penampilannya tersebut membuat orang lain tidak yakin apakah dia dapat diberi kepercayaan untuk melakukan suatu tugas dengan baik.
Intinya, berpenampilanlah yang baik. Jjangan lupa menyemir sepatu, membersihkan kuku, tidak memakan permet karet di kantor, dan berpakaian yang sepantasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar